Gaza: Genosida di Abad Modern dan Seruan Islam untuk Membela yang Tertindas

 


"Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang tertindas...?"(QS An-Nisa: 75)

Genosida Terang-Terangan di Zaman Dunia Digital

Di tengah dunia yang mengaku modern, demokratis, dan beradab, sebuah penjajahan brutal terjadi—terang-terangan, disiarkan langsung di media sosial, dan didiamkan oleh mayoritas pemimpin dunia. Itulah yang terjadi di Gaza, sebuah wilayah kecil yang telah menjadi kuburan massal terbuka bagi rakyat Palestina.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Dalih keamanan digunakan untuk membenarkan pembantaian anak-anak, perempuan, dan warga sipil tak berdosa. Dalam waktu kurang dari dua tahun, lebih dari 54.000 warga Palestina terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak. Rumah sakit dibom, masjid dihancurkan, bahkan kelaparan dijadikan senjata.

Ini bukan konflik. Ini bukan perang dua pihak seimbang. Ini adalah genosida.

Apa Itu Genosida?

Genosida adalah upaya sistematis untuk menghapus satu kelompok berdasarkan ras, agama, atau etnisitas. Dalam konteks Gaza, ini bukan sekadar pembunuhan fisik, tapi juga penghancuran identitas, pengusiran massal, dan pemaksaan kelaparan.

Laporan dari organisasi HAM, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, menyebut bahwa tindakan Israel memenuhi kriteria genosida menurut Konvensi PBB 1948.

Pandangan Islam Terhadap Genosida

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai jiwa, keadilan, dan hak hidup manusia, siapapun dia.

1. Melindungi Jiwa Adalah Tujuan Syariat

"Barangsiapa membunuh satu jiwa, seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia." (QS Al-Ma’idah: 32)

Nabi ﷺ bahkan melarang membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua dalam peperangan. Maka bagaimana dengan membantai ribuan bayi, memblokade makanan, dan menghancurkan rumah sakit?

2. Islam Memerintahkan Membela yang Tertindas

“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas...?” (QS An-Nisa: 75)

Ini bukan hanya seruan moral. Ini adalah tugas umat Islam: membela, menyuarakan, dan jika mampu, menolong mereka yang diinjak-injak oleh kezaliman. Diam adalah bentuk pembiaran. Dan pembiaran adalah dosa.

3. Ukhuwah Islamiyah Tidak Terbatas Wilayah

“Perumpamaan kaum mukminin dalam kasih sayang dan empati mereka seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya.”(HR Muslim)

Gaza adalah bagian dari tubuh kita. Luka mereka adalah luka kita. Tangisan anak-anak Gaza adalah tangisan jiwa umat ini yang sedang diabaikan oleh pemimpinnya sendiri.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sebagian dari kita bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya rakyat biasa.”

Tapi justru dari rakyat biasa yang sadar dan peduli, akan lahir gelombang yang mengguncang tirani. Inilah langkah-langkah nyata yang Islami:

✅ 1. Doakan Mereka di Setiap Sujud

Doa adalah senjata orang beriman. Jangan anggap kecil.

✅ 2. Sebarkan Kesadaran

Gunakan media sosial untuk menyuarakan kebenaran. Jangan biarkan narasi penjajah menguasai pikiran dunia.

✅ 3. Boikot Produk Penjajah dan Pendukungnya

Ini bagian dari jihad ekonomi. Allah akan mengganti setiap rupiah yang kita tahan demi membela saudara kita.

✅ 4. Dukung Gerakan Islam Global yang Membela Palestina

Kita butuh kekuatan sistemik untuk menghentikan penjajahan. Bukan hanya karitas, tapi juga kekuatan politik dan peradaban Islam yang menyatu.

Gaza Adalah Ujian Kita

Gaza adalah cermin keimanan umat. Ketika kita tidak tergugah oleh derita mereka, maka hati kita sedang sekarat. Ketika kita membenarkan narasi penjajah, maka akal kita sedang dijajah.

“Siapa saja yang tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin, maka dia bukan bagian dari mereka.”(HR Al-Hakim)

Penutup: Islam Adalah Pembela Keadilan, Bukan Penonton Kezaliman

Gaza mengajarkan kita bahwa dunia ini bukan tempat netral. Kita harus memilih: di pihak yang dizalimi, atau membiarkan kezaliman menang.

Islam tidak datang hanya untuk membentuk pribadi yang shalih secara ritual, tapi juga untuk menegakkan keadilan dan menghancurkan kezaliman, seperti yang dilakukan Rasulullah ﷺ di masa kenabiannya.

Jika kita benar-benar mencintai Islam, maka kita harus berdiri bersama Gaza.

Comments